Saturday, March 12, 2011

Kisah Tikus Kecil

Seekor Tikus tanah yang kecil ingin melihat dunia. Sebelum ini dia mendengar cerita bahwa di bawah sinar matahari ada gunung yang hijau, dan air yang membiru. 

Ikan-ikan berenang-renang dengan riang di kolam-kolam, di pinggir sungai pula, bunga-bunga yang indah bermekaran, di atas pepohonan penuh dengan buah-buahan, dan burung merak yang warna-warni bertenggek diatas dahan. Ada pula burung pipit bernyanyi dengan gembira.

Semua cerita ini sangat menggoda, sehingga tikus tanah kecil ingin segera keluar melihat semua pemandangan ini.

Setelah menembus ke permukaan tanah, tikus tanah kecil dengan gembira meloncat kesana kemari. Hanya beberapa langkah dia meloncat, dia mendengar ibunya mengejarnya dan dengan lembut berkata:

“Sayangku, engkau tidak boleh berenang, sungai dan kolam kecil walaupun terlihat indah, tetapi jika engkau jatuh ke dalamnya engkau boleh mati.”

"Lalu saya harus bagaimana wahai bondaku?” Tikus tanah kecil membalikkan badannya bertanya kepada bondanya.

“Engkau harus hati-hati, tidak boleh mendekati sungai dan kolam,” sahut bondanya.

“Baiklah bonda, saya akan selalu mengingatnya.” Tikus kecil membalikkan badan dan berjalan dengan perlahan.

“Tunggu sebentar sayangku,”

Belumpun tikus tanah kecil melangkah beberapa langkah, ibunya memanggilnya lagi, “Bonda lupa mengingatkan kamu, buah-buahan di atas pohon sangat banyak dan besar, kalau jatuh akan menimpa kamu, itu sangat berbahaya!”

“Aduhai bondaku, pesnan ini sangat mengerikan, apakah ada cara untuk mencegahnya?”

Tikus tanah kecil setelah mendengar perkataan bondanya menjadi ketakutan.

“Harus selalu diingat, jangan berjalan di bawah pohon!”

"Baiklah bonda...." Tikus tanah kecil menjawab perkataan bondanya dengan lemas sambil perlahan-lahan melangkahkan kakinya.

Tidak berapa lama kemudian bondanya mengejar dari belakang sambil berteriak lagi,

“Anakku, engkau mungkin belum pernah mendengar bahwa ketika engkau berjalan di semak belukar, kemungkinan helang terbang mendekati dan menerkam engkau, dan ketika engkau berjalan di jalan pegunungan, kemungkinan boleh bertemu dengan harimau, jika engkau tidak berhati-hati, maka saya tidak akan bertemu dengan kamu lagi, jangan lupa pesanan ini anakku!”

“Lalu saya harus bagaimana bonda?” Jawab tikus tanah kecil dengan gelisah hampir menangis.

“Ketika engkau melangkah selangkah, engkau harus berhenti melihat kanan-kiri, atas-bawah, setelah itu baru melanjutkan langkah berikutnya.”

Bondatikus tanah berpesan kepada tikus tanah kecil, “Sayangku, bonda tidak mampu berbuat apa-apa lagi, engkau teruskanlah perjalananmu saja!”

Bonda tikus tanah kembali masuk ke dalam gua, keesokan harinya dia melanjutkan pekerjaannya menggali terowong, dia menghidu adanya seekor tikus tanah yang sedang menggali terowongan dari arah yang berlainan, ketika terowongan terbuka, dia terperanjat melihat rupanya anaknya yang berada di sana.

“Anakku, kenapa engkau masih disini?” Bonda tikus tanah bertanya, “Bukankah katamu engkau ingin melihat dunia luar?”

“Benar bonda, namun, setelah mendengar pesan-pesan bonda kemarin, akhirnya saya memutuskan lebih bagus saya hanya di dalam gua ini menggali terowongan, bukankah itu lebih selamat.” Jawab tikus tanah kecil dengan suara lemas.

Sampai sekarang, tikus tanah kecil tidak pernah lagi mempunyai impian melihat permukaan tanah yang indah, sampai kedua matanya benar-benar rabun dan tidak boleh melihat apa-apa lagi



ikuti Kisah Tikus - Bahagian 2

No comments: